{"id":6630,"date":"2026-08-27T01:40:16","date_gmt":"2026-08-26T18:40:16","guid":{"rendered":"https:\/\/ih.walisongo.ac.id\/?p=6630"},"modified":"2026-08-27T01:40:16","modified_gmt":"2026-08-26T18:40:16","slug":"dosen-ilmu-hukum-uin-walisongo-edukasi-masyarakat-desa-tentang-cara-dapat-bantuan-hukum-gratis-dari-kemenkumham","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ih.walisongo.ac.id\/?p=6630","title":{"rendered":"Dosen Ilmu Hukum UIN Walisongo Edukasi Masyarakat Desa tentang Cara Dapat Bantuan Hukum Gratis dari Kemenkumham"},"content":{"rendered":"<p>SEMARANG \u2013 Dr. Novita Dewi Masyithoh, S.H., M.H., dosen Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo Semarang, turut berperan aktif dalam kegiatan edukasi hukum kepada masyarakat desa. Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara UIN Walisongo dengan Kementerian Hukum dan HAM RI dalam rangka meningkatkan kesadaran hukum dan akses keadilan bagi masyarakat kurang mampu.<\/p>\n<p>Dalam kegiatan tersebut, Dr. Novita memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai cara mendapatkan Bantuan Hukum Gratis yang difasilitasi pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM. Layanan ini merupakan wujud nyata negara dalam menjamin hak setiap warga negara untuk mendapatkan keadilan dan persamaan di hadapan hukum.<\/p>\n<p>\u201cBantuan hukum gratis ini penting agar masyarakat miskin tidak kesulitan ketika berhadapan dengan hukum. Negara hadir melalui Kemenkumham dan LBH terakreditasi untuk mendampingi secara cuma-cuma,\u201d jelas Dr. Novita.<\/p>\n<p>Ia juga memaparkan mekanisme dan persyaratan yang harus dipenuhi masyarakat untuk mengakses layanan tersebut. Di antaranya:<br \/>\n1. Mengajukan permohonan secara lisan atau tertulis yang berisi identitas pemohon dan uraian singkat persoalan hukum;<br \/>\n2. Menyerahkan dokumen yang berkenaan dengan perkara;<br \/>\n3. Melampirkan surat keterangan miskin dari lurah, kepala desa, atau pejabat setingkat.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-6631\" src=\"http:\/\/ih.walisongo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-24-at-6.30.50-PM-2.png\" alt=\"\" width=\"1080\" height=\"647\" \/><\/p>\n<p>Jika tidak memiliki surat keterangan miskin, masyarakat dapat melampirkan dokumen pengganti seperti Kartu Jaminan Kesehatan, Bantuan Langsung Tunai, atau Kartu Beras Miskin.<\/p>\n<p>Permohonan tersebut dapat diajukan langsung ke Kantor Wilayah Kemenkumham atau ke Lembaga Bantuan Hukum\/Organisasi Bantuan Hukum yang telah terakreditasi BPHN. Salah satu LBH mitra yang terlibat dalam pendampingan adalah LPKBHI UIN Walisongo.<\/p>\n<p>Dr. Novita menegaskan bahwa bantuan hukum yang diberikan bersifat gratis dan tidak dipungut biaya apapun dari penerima. Pendanaan berasal dari APBN dan digunakan oleh LBH untuk biaya pendampingan hingga proses persidangan.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-6632\" src=\"http:\/\/ih.walisongo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-24-at-6.30.50-PM-1.jpeg\" alt=\"\" width=\"960\" height=\"1280\" \/><\/p>\n<p>Kegiatan edukasi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan informasi hukum hingga ke tingkat desa. Sehingga masyarakat semakin sadar hukum, paham hak dan kewajibannya, serta tidak takut mencari bantuan ketika menghadapi persoalan hukum.<\/p>\n<p>Sebagai bentuk komitmen Tri Dharma Perguruan Tinggi, Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo melalui LBH-nya juga telah bekerja sama dengan berbagai pihak dalam memberikan layanan konsultasi, penyuluhan, dan pendampingan hukum bagi masyarakat.<\/p>\n<p>(mahda)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SEMARANG \u2013 Dr. Novita Dewi Masyithoh, S.H., M.H., dosen Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo Semarang, turut berperan aktif dalam kegiatan edukasi hukum kepada masyarakat desa. Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara UIN Walisongo dengan Kementerian Hukum dan HAM RI dalam rangka meningkatkan kesadaran hukum dan akses keadilan bagi masyarakat kurang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6633,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"class_list":["post-6630","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ih.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6630"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ih.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ih.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ih.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ih.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6630"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ih.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6630\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6634,"href":"https:\/\/ih.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6630\/revisions\/6634"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ih.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6633"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ih.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6630"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ih.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6630"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ih.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6630"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}