Dari Mediasi KDRT di Jateng hingga Riset Strategi Penanganan Kekerasan Seksual di Indonesia-Malaysia
Semarang – Komitmen dosen Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Walisongo Semarang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi terus ditunjukkan. Hj. Briliyan Ernawati, S.H., M.Hum., dosen pada Prodi Ilmu Hukum FSH, aktif dalam serangkaian kegiatan pengabdian masyarakat dan penelitian kolaboratif internasional pada akhir September hingga awal Oktober 2026.
1. Mewakili WMC sebagai Mediator di UPTD PPA Provinsi Jawa Tengah
Pada Rabu, 07 Oktober 2026, Briliyan Ernawati menjalankan tugas sebagai Mediator yang ditunjuk oleh Walisongo Mediation Center (WMC) UIN Walisongo Semarang. Penugasan ini berdasarkan Surat Tugas Direktur WMC Nomor: 013/Eks.-WMC/IX/2026 tertanggal 29 September 2026, menindaklanjuti permohonan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Jawa Tengah.
Bertempat di Kantor UPTD PPA Provinsi Jawa Tengah, beliau memediasi kasus dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan penelantaran ekonomi. Kegiatan ini merupakan wujud nyata kontribusi WMC dan Prodi Ilmu Hukum dalam memberikan akses keadilan bagi masyarakat.
2. Riset Internasional Kolaboratif Indonesia-Malaysia
Sebelumnya, pada 30 September s.d. 02 Oktober 2026, Briliyan Ernawati bersama tim peneliti UIN Walisongo melaksanakan riset internasional berdasarkan Surat Tugas Rektor Nomor: 2308/Un.10.0/B.I/KP.05.01/9/2026. Tim terdiri dari Dr. Anthin Lathifah, M.Ag., Briliyan Ernawati, S.H., M.Hum., dan Anis Shalatin Simon, M.Pd.I.
Penelitian bertajuk “Strategy For Preventing and Handling Sexual Violence At Universities Indonesia and Malaysia” ini dilakukan melalui penggalian informasi di beberapa institusi:
Di Universiti Malaya (UM), tim melakukan kunjungan dan wawancara di pusat riset universitas.
Di International Islamic University Malaysia (IIUM), tim melakukan wawancara mendalam di Office of The Legal Adviser bersama Prof. Sonny, selaku Head Office Adviser.
Di Universitas Negeri Semarang (UNNES), tim berdiskusi dengan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) UNNES.
Di UIN Raden Intan Lampung, tim melakukan studi banding di Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Raden Intan Lampung.





Kegiatan ini menjadi bagian dari international mobility dan penguatan rekognisi dosen Ilmu Hukum UIN Walisongo di tingkat ASEAN.

