Ilmu Hukum UIN Walisongo, Semarang (31/07/2026) – Semangat literasi dan daya kritis mahasiswa Jurusan Ilmu Hukum UIN Walisongo Semarang kembali membuahkan karya membanggakan. Muhammad Ismunandar Agung, mahasiswa semester empat yang juga aktif sebagai Anggota Divisi Sosial Masyarakat HMJ Ilmu Hukum Kabinet Cakra Adhyaksa, resmi menerbitkan buku terbarunya yang berjudul “Hukum dan Manusia”.
Buku ini lahir dari kegelisahan akademik serta penelusuran literatur sosiologi dan filsafat hukum selama jalannya perkuliahan. Kehadiran karya ini menjadi bukti nyata kontribusi intelektual mahasiswa Ilmu Hukum UIN Walisongo dalam merespons fenomena penegakan hukum di Indonesia. Dalam buku Hukum dan Manusia, Ismunandar mengurai hakikat dasar keberadaan manusia sebagai makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia membentuk kelompok dan menjalin interaksi sosial. Namun, interaksi tersebut tidak jarang diwarnai oleh ambisi tanpa batas yang berpotensi memicu konflik dan tindak kejahatan—baik yang dipicu oleh faktor ekonomi, kondisi lingkungan, maupun tingkat pendidikan. Atas dasar itulah, hukum hadir sebagai bentuk kesepakatan kolektif (social contract). Kehadirannya bertindak sebagai benteng perlindungan atas hak-hak alamiah manusia, seperti hak untuk hidup, kebebasan, dan hak milik, guna menjaga ketertiban serta keharmonisan sosial di tengah masyarakat.
Salah satu poin krusial yang ditawarkan dalam buku ini adalah kritik tajam terhadap praktik penegakan hukum di Indonesia. Melalui kacamata sosiologi dan filsafat hukum, penulis menyoroti fenomena aparat dan penegak hukum tertulis yang kerap bertindak kaku layaknya “robot pembaca pasal”, yang menjalankan hukum normatif tanpa melibatkan hati nurani dan nilai moralitas. Sebagai solusi progresif, buku ini memperkenalkan dan menggaungkan pentingnya konsep Keadilan Restoratif Konsep ini diposisikan sebagai alternatif yang jauh lebih humanis, di mana fokus penanganan hukum ditujukan untuk memulihkan luka sosial korban dan masyarakat, bukan sekadar memberikan pembalasan punitif kepada pelaku.
“Melalui buku ini, saya ingin mengajak kita semua untuk tidak hanya melihat hukum sebatas teks di atas kertas, tetapi juga memahami moralitas dan hati nurani di balik penegakannya demi mewujudkan tatanan hukum yang lebih humanis,” ungkap Muhammad Ismunandar Agung.
Terbitnya buku ini mendapatkan apresiasi hangat dari segenap keluarga Ilmu Hukum UIN Walisongo Semarang. Keberhasilan Ismunandar membuktikan bahwa peran mahasiswa tidak hanya terbatas pada ruang kelas atau aksi lapangan, tetapi juga melalui sumbangsih pemikiran kritis dalam bentuk karya literasi yang terpublikasi.
Segenap civitaas Akademika Program Studi Ilmu Hukum berharap kehadiran buku Hukum dan Manusia dapat memantik semangat rekan-rekan mahasiswa Ilmu Hukum lainnya untuk terus berkarya, membaca, dan mengkritisi fenomena hukum demi mewujudkan keadilan hukum yang sejati di Indonesia.

